Cara Menggugurkan Kandungan yang Aman Dengan Cara Medis

Diposting pada

Mengggurkan kandungan atau yang biasa di katakan aborsi merupakan sebuah proses untuk menghentikan kehamilan. Proses ini dilakukan oleh orang yang tidak mengininkan kehamilan tersebut. Aborsi sendiri merupakan perbuatan yang banyak di tentang atau di cekal orang. Dalam kenyataannya, dalam beberapa kasus, aborsi ini dapat dijadikan pilihan yang terbaik bagi ibu dan juga janin yang ada di dalam kandungan. Dalam dunia medis, ada beberapa cara menggugurkan kandungan yang bisa dilakukan oleh tenaga medis seperti di rumah sakit bersalin atau klinik. Hal ini dilakukan ketika ditemukan indikasi medis atau kelaianan medis pada kehamilan Anda.

Prosedur yang dilakukan akan bergantung kepada usia kehamilan saat itu. Setiap usia kehamilan memiliki cara ataupun dosis tersendiri saat proses aborsi dilakukan. Lalu bagaimana sebetulnya cara menggugurkan kehamilan yang aman menurut medis. Simak dalam artikel ini berbagai cara menggugurkan kandungan secara medis yang bisa di jadikan pilihan tepat.

Contoh kasus seorang Ibu boleh menggugurkan kandungannya

Cara menggugurkan kandungan sesuai anjuran medis

Menggugurkan kandungan atau kita katakan aborsi merupakan pilihan terakhir bagi sebagian orang. Hukum aborsi sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi dan juga UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam undang-undang tersebut telah secara jelas dinyatakan jika aborsi di negara Indonesia tidak boleh dilakukan.

Namun, untuk beberapa alasan tertentu, seperti keadaan darurat medis yang akan mengancam nyawa seorang ibu dan/atau kandungan. Beberapa kasus dari korban pemerkosaan, aborsi ini diizinkan. Sekalipun di perbolehkan, tindakan menggugurkan kandungan karena adanya masalah kesehatan hanya boleh dilaksakan setelah dokter mendapatkan persetujuan dari ibu hamil dan pasangannya (kecuali untuk kasus pemerkosaan). Prosedur aborsi sendiri hanya boleh dilakukan para tenaga medis yang telah memiliki sertifikat juga telah melewati konseling dan/atau konsultasi pra-tindakan yang akan diberikan oleh konselor yang sangat berkompeten dan juga berwenang.

Adapun cara menggugurkan kandungan yang aman

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, jika proses aborsi atau mengakhiri kehamilan dengan sengaja itu adalah tindakan yang ilegal dan melanggar hukum. Akan tetapi, jika seseorang diharuskan mengakhiri kehamilannya dikarnakan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk kehamilan dapat dilanjutkan, Anda tak perlu takut akan munculnya kanker serviks dikemudian hari. Proses aborsi ini akan aman selama mengikuti semua anjuran cara menggugurkan kandungan yang diberikan oleh dokter.

Jika Anda melakukan tindakan aborsi sendiri tanpa ada pantauan dari pihak medis maka hal ini dapat membawa berbagai masalah kesehatan. Akan tetapi, cara menggugurkan kandungan ini sebenarnya aman tanpa resiko jika dilakukan dengan cara yang benar. Pilihan dengan menggunakan pendampingan tim medis adalah paling tepat. Jadi, silahkan Anda pertimbangkan secara matang sebelum memutuskan melakukan proses ini. Lakukan juga konseling kepada dokter kandungan agar semua berjalan lancar.

Berikut ini akan kami jelaskan cara menggugurkan kandungan yang umum di lakukan oleh dokter. Dengan cara medis ini biasanya proses akan berjalan lancar dan juga aman.

Obat penggugur kandungan

Cara Menggugurkan Kehamilan Trisemester 1

Cara menggugurkan kandungan menggunakan obat penggugur ini biasanya menjadi pilihan utama. Obat aborsi dapat efekti jika kehamilan pasien dibawah 20 minggu. Akan tetapi beberapa kasus, usia kehamilan diatas 24 minggu juga dapat digugurkan dengan obat ini.

Obat penggugur kandungan yang digunakan adalah jenis Misoprostol. Misoprostol yang masuk ke negara Indonesia ada beberapa merek. Seperti gastrul, cytotec dan juga inflesco. Ketiga merek obat ini sama-sama mengandung misoprostol sebesar 200mcg. Jika misoprostol ini digunakan dengan cara dan dosis yang tepat, maka proses aborsi dapat dilakukan dengan tingkat keberhasilan mencapai angka 95%.

Cara kerja misoprostol adalah dengan menghambat laju pertumbuhan hormon progesteron. Hormon inilah yang sangat dibutuhkan oleh embrio untuk dapat berkembang dan tumbuh. Selain itu, misoprostol juga akan membuat kontraksi di rahim sehingga embrio atau janin dalam kandungan terdorong keluar.

Proses menggugurkan kandungan dengan bantuan obat ini biasanya memakan waktu 48 jam. Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang cara menggugurkan kandungan dengan misoprostol silahkan konsultasikan kepada dokter Anda. Dapatkan dosis dan cara penggunaan yang tepat dari dokter.

Sebelum Anda memutuskan untuk aborsi menggunakan obat cytotec, gastrul ataupun inflesco pastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan Anda. PAstikan dulu beberapa hal berikut ini:

  • Tidak alergi terhadap misoprostol
  • Tidak sedang hamil etopik atau hamil di luar rahim
  • Tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah
  • Tidak sedang mengkonsumsi obat kortikosteroid untuk waktu yang lama
  • Tidak sedang menggunakan KB UID atau spiral

Cara menggugurkan kandungan dengan operasi

Obat-aborsi-yang-aman

Prosedur atau sebuah tindakan operasi sebagai salah satu cara menggugurkan kandungan ini bergantung akan usia kehamilan pasien. Jika usia kandungan pasien berada pada trimester pertama, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menggugurkan kandungan dengan prosedur aspirasi vakum. Akan tetapi, usia kandungan pasien di trimester kedua (sudah lebih dari 14 minggu kehamilan), Pasien akan disarankan melakukan proses aborsi dengan dilatasi dan evakuasi (D&E ). Kemudian, jika usia kendungan pasien sudah melebihi trimester ketiga, proses aborsi yang disarankan biasanya adalah dilatasi dan ekstraksi (D&X).

Mungkin Anda bingung apa yang kami maksut diatas. Tenang saja, kami akan mencoba menjelaskan secara terperinci masing-masing tindakan yang telah kami sebutkan sebelumnya.

Aborsi dengan Aspirasi vakum

Proses aborsi ini dilakukan hanya dalam waktu sebentar sekitar 10 hingga 15 menit saja. Untuk melakukan proses aborsi dengan cara aspirasi vakum, biasanya dokter yang menangani akan meminta pasien untuk berbaring di kursi khsus yang membuat posisi pasien terlihat menekuk lutut. Kemudian Dokter akan memasukan spekulum ke dalam vagina pasien.

Spekulum sendiri berfungsi untuk membuka bibir vagina menjadi lebih lebar. Hal ini dilakukan agar dokter dapat melihat posisi dari leher rahim. Proses dilanjutkan menyeka vagina dan juga area leher rahim larutan antiseptik. Sebelum memasukkan tabung kecil yang melekat pada mesin isap (vakum) ke rahim pasien, biasanya dokter menyuntikan bius terlebih dahulu di leher rahim.

Dilatasi dan evakuasi

Cara menggugurkan kandungan dengan proses dilatasi dan evakuasi sendiri biasanya dipilih saat usia kandungan pasien sudah beranjak di trimester kedua atau janin telah mengalami masalah kesehatan yang serius. Proses aborsi ini merupakan prosedur aborsi yang mengombinasikan antara forcep (alat penjepit khusus), aspirasi vakum, dan juga dilatasi kuret. Proses ini juga memakan waktu lebih lama dari pada aborsi menggunakan Aspirasi vakum saja.

Pada hari pertama, hal yang dilakukan oleh dokter adalah membuat serviks pasien melebar. Hal ini dilakukan agar dokter lebih mudah saat menghilangkan jaringan kehamilan yang tersisa. Proses cara menggugurkan kandungan ini dilanjutkan menggunakan forcep. Alat ini digunakan untuk membantu mengangkat janin dan juga plasenta dari rahim. Dengan bantuan menggunakan alat seperti sendok dokter akan mengikis lapisan rahim atau yang biasa di sebut kuret. Prosedur ini akan terasa cukup menyakitkan. Akan tetapi, biasanya dokter akan memberikan obat bius untuk mengurangi sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *