Inflasi Dubai Tertinggi dalam Enam Tahun Terakhir

Diposting pada

GREGET.ID | Biaya hidup di Dubai, Uni Emirat Arab menjadi semakin mahal. Baru berjalan lima bulan, inflasi di kota itu mencapai 4,68 persen. Angka ini memecahkan rekor inflasi tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pusat Statistik Dubai menunjukkan, inflasi hingga bulan Mei merupakan yang tertinggi di sejak 2009. Ketika itu, inflasi tahunan hingga Mei mencapai 4,67 persen.

Lonjakan harga perumahan dan utilitas mendorong inflasi terus meroket. Selain itu, bulan Ramadhan turut menyumbang peningkatan inflasi. Sebab, para pengecer menggelontorkan barang-barang ke pasaran dengan harga diskon.

Laporan menyebutkan, harga perumahan dan utilitas berperan dalam inflasi karena perannya semakin besar dalam pengeluaran rumah tangga. Jumlah itu mencapai 43,7 persen dari seluruh pengeluaran. Pengeluaran utilitas mencakup gas, air, listrik dan bensin.

Ongkos perumahan dan utilitas mengalami kenaikan hingga 7,8 persen pada Mei 2015. Angka itu 0,7 persen lebih tinggi ketimbang April 2015. Selain itu, belanja menjelang Idul Fitri membuat harga pakaian dan alas kaki mengalami lonjakan hingga 8,67 persen.

Meskipun pengeluaran rumah tangga untuk kelompok ini hanya mencapai 5,52 persen, lonjakan tinggi membuat beban rumah tangga semakin meningkat.

Harga makanan dan minuman juga mengalami kenaikan hingga 1,67 persen. Padahal, makanan dan minuman menyumbang hingga 11 persen dari pengeluaran. Ongkos transportasi yang menyumbang 1 persen pengeluaran mengalami peningkatan tipis 1,67 persen.

Gedung Tinggi di dubai
Gedung Tinggi di dubai

Kenaikan Sementara

Pengamat memperkirakan, lonjakan inflasi bersifat sementara. Setelah kenaikan yang bersifat sementara ketika Ramadan, inflasi akan cenderung menurun. Kecenderungan menurun itu diperkirakan akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

“Penguatan dolar, penurunan harga minyak dan perlambatan penjualan properti akan menurunkan inflasi,” kata ekonom senior National Bank of Abu Dhabi (NBAD) Alp Eke.

Eke yakin, inflasi turun karena harga rumah tetap menjadi pendorong inflasi pada beberapa bulan ke depan. Selain itu, ia melihat pasokan barang-barang semakin menurun karena perubahan tren impor.

“Jika Anda melihat data, Anda akan memahami terjadi penurunan impor komponen,” katanya. Ia bahkan menyebutkan, harga sewa perumahan semakin menurun.

Secara keseluruhan, inflasi tahunan di Uni Emirat Arab mencapai 4,23 persen pada April 2015. Sementara inflasi bulanan di Dubai mencapai 0,49 persen.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *